Saturday, January 21, 2012

Sudah, Ya?

Ini musim penghujan, sayang.
Entah berapa lama kautandai tanggal satu-satu sampai kaulupa juga untuk mencoretkannya pagi-pagi.

Aku sudah lama lenyap. Lupa bangun.
Aku juga tahu setelah membaca prakiraan cuaca.
Dingin. Sampai aku tak sanggup keluar.
Kadang aku pulang sebelum petang.
Energiku tak cukup.

Mungkin selama ini aku sudah buat hujan marah.
Aku yang semaunya bersenang-senang di luar rumah,
Mengajak dan merayumu keluar dari pagar,
Dan seenaknya mencuri sisa-sisa tenaga si hujan setiap harinya.

Marahnya dia sudah bertumpuk-tumpuk.
Dia simpan sampai jadi bata satu-satu untuk mengurungku.
Yang nakal dan lalai pada jadwal.
Yang tak pernah mau membagimu.

Egoisku pun sekarang sudah tak ada tenaga.
Dia menghabiskan tiap ruang di bidangan bata ini,
Menulis igauan-igauan yang makin menyesakkan ruangan.
Biarkan aku istirahat saja ya,
Dan habiskan waktu sehabis-habisnya membungkam si penulis gila itu berhenti menyebut namamu.

Mungkin hanya dengan berhenti meracau,
Aku berhenti kacau.
Hujan juga berhenti kicau.

Ah. Jangan pernah baca ini sebagai janji.
Kautahu mulutku, galau.


21/1/12
adnanauS

No comments:

Post a Comment