Monday, March 22, 2010

SI SPEKTRUM PELANGI.

Berceritalah.
Tentang kamu.
Tentang cerita.
Atau mungkin aku.
Atau justru sedikit tentang dia.

Bercerita sajalah.
Biar warna pelangi yang sedang menari-nari di atas dunia tidak pernah berhenti berubah spektrumnya.
Aku riang liat semua warna terang di atas kepalamu.
Warna-warna yang cuma akan datang,
sekejap setelah gelap usai tergusur.


Kamu membuat takutku pada gelap dan bising mereda.
Karena setelah segerobak hujan,
gelap akan selalu lenyap.
Tinggal warna-warni tunggal yang akan berkolaborasi mesra di atas sana.
Menari-nari tak pedulilah pada si gelap penguasa tadi.
Hap hap haaaaappp!


Kadang aku jadi rindu gelap,
ketika kamu berhenti bercerita.
Sesekali juga aku mau bising,
saat semua bunyi gegaduhanmu kering.


Duduk di sini,kebahagiaanku.
Di sebelahku.
Meredakan hujan gila yang impulsif meraung-gaung.
Membuat kapok sangkakala petir yang selalu menghancurleburkan mimpi tentang terang dan terbang.


Lenyap,gelap..
Aku siap menghitung,cerita dari kebahagiaanku,
yang selalu mereda lebih cepat dari gelap,
tak peduli seberapa lamanya si gelap menggelap.
Dia cuma datang sejenak,
mengaburkan aku dan dudukku,
dari gelap yang kalap.


Saat kuwarna tiap baris ceritaku,
si pelangi berputar-putar di setiap celah kepala.
Merah,kuning,apalah lagi itu.
Melebur.
Cuma hitam yang tak nampak,
aku tak punya.




adnanauS
Feb'10

No comments:

Post a Comment